Tampilkan postingan dengan label L.A. LIGHTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label L.A. LIGHTS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Januari 2011

Top 10 L.A. Lights Indiefest 2010: Best From The Best

 
Pengumuman top 10 LA Lights Indifest 2010 tinggal menunggu hitungan hari nih sobs. Pastinya setiap finalis udah ga sabaran nih buat tahu hasil pengumumannya. Nah, sambil nunggu kepastiaannya, bagaimana kalau kita tanya kepada juri, apa aja kriteria penilaian mereka dan apakah mereka sudah punya finalis yang dihandalkan.

Pertanyaan kita ajukan ke Erix Soekamti, juri yang juga bassis dari Endank Soekamti ini memiliki kriteria dalam menilai finalis. Dari regional pertama, bassis tambun ini ternyata sudah punya jagoannya sendiri sobs. Dan dari melihat secara live bandnya, dia udah bisa menilai layak atau tidaknya nih band masuk top 10.

Kalau itu tadi dari musisi. Kalau sekarang bagaimana penilaian Victor. Untuk urusan band baru, cowo satu ini ga usah ditanyain lagi deh sobs seperti apa hasil dari kuping emasnya. Maklum juri yang satu ini adalah seorang MD radio di kota Bandung.

Satu hal yang menjadi point Victor dalam memberikan penilaian ke finalis adalah mendengarkan secara live. Apakah lagu yang mereka mainkan eye cacthing atau engga. Dan untuk point yang satu ini, ga usah disangsikan lagi deh kemampuan juri satu ini. Baginya idealis bermusik sih boleh, asal musik yang dibawakan bisa masuk dengan selera pasar.

Tuh, juri sudah ngasih bocoran tentang penilaian mereka. Jadi buat kalian finalis, apakah band kalian sudah masuk kriteria kedua juri ini? atau jika kalian masih belum yakin, tunggu pengumuman Top 10 LA Ligths Indiefest di pertengahan Januari 2011.

Kamis, 30 Desember 2010

Leo Romero : Skater of The Year 2010



Kalau ditelinga kalian hanya akrab dengan nama-nama skaters seperti Tony Hawk, Danny Way, Mike Carroll, Geoff Rowley, Bob Burnquist, Andrew Reynolds, Silas Baxter-Neal, Chris Cole, ..?? Ooouuu… Where Have You’ve Been Mate…??  Sekarang sudah dipenghujung 2010. Sudah banyak wajah-wajah baru yang meramaikan skatepark profesional.

Dan salah satunya adalah Leo Romero, yang diakhir tahun ini mendapat kehormatan istimewa dari majalah skate paling berpengaruh Thrasher Magazine. Pimpinan Thrasher Magazine telah melakukan perjalanan jauh ke Long Beach untuk langsung mengetuk pintu Leo Romero, dan mengejutkannya dengan berita bahwa dia telah terpilih sebagai “Skater of The Year 2010” versi Thrasher Magazine.

Coba lo banyangin kalo pintu rumah loe berbunyi knock.. knock.. knock..  dan setelah itu loe mendapat penghargaan bergengsi seperti ini. Campur aduk pasti perasaan loe. Itu juga mungkin yang dialami Leo Romero.

Pemilihan Skater Of The Year ga sembarang sobs. Ga ada tuh yang namanya kirim-kiriman SMS. Pemilihan Thrasher Magazine berdasarkan votting pembaca & input pemain Skate Pro inilah, yang memunculkan nama “Leo Romero” sebagai SOTY 2010. Leo adalah pilihan yang pantas untuk SOTY 2010.

Lahir di Fontana, California, US, Leo kecil mulai akrab dengan dunia skate sejak tahun 1997. Dengan influence awal dari Jamie Thomas dan Andrew Reynolds kemudian Leo mulai akrab dengan berbagai trik-trik seperti frontside 180, ollie, hardflip dan berbagai trik rumit lainnya.Congratulation Leo. See ya in backstage after the show  [ dk ]

Sumber: thrashermagazine.com
Sumber gambar: skateboardeurope.com

Southpaw, Film Terbaru Eminem



Coba sebutkan siapa rapper kulit putih yang loe tau? Mungkin yang pertama kali terlintas dikepala loe semua itu pasti Eminem. Eminem memang seorang rapper berkulit putih yang mungkin paling banyak dikenal orang. Tapi loe juga pasti tau dong, kalo doi pernah terjun kedunia perfilman? masih ingatkan dengen film ‘8 Mile’? Yuup,  8 tahun lalu Eminem memulai debut acting pertamanya difilm tersebut.
Dan sekarang Southpaw. Apa itu Southpaw?  Southpaw adalah film yang direncanakan diperankan oleh Eminem. Deamworks sepertinya memang benar-benar ingin memasukan kembali seorang Eminem ke dalam bisnis mereka.
Di film ini Eminem berperan sebagai seorang petinju kelas menengah kidal, yang berusaha menata kembali hidupnya yang telah rusak karena banyaknya tragedi. Southpaw ditulis oleh Kurt Sutter (pencipta/produsen FX's "Sons of Anarchy" dan "The Shield"). Sutter menjelaskan: "Dengan cara, ini merupakan kelanjutan dari cerita 8 Mile, tetapi lebih dari biografi harfiah, kita melakukan sebuah narasi metafora dari bab kedua dari hidupnya."
Memang belum jelas kapan film ini akan dirilis, tapi saat ini yang diketahui bahwa Dreamworks telah mendapat hak film dan juga Sutter, yang akan segera bekerja untuk menyelesaikan script, dan akan menyerahkannya pada Febuari tahun depan. Dan tidak ada sama sekali penetapan tanggal produksi film Southpaw ini. Jadi, buat loe semua yang menunggu bagaimana seorang Eminem kembali berakting kelayar lebar dan ia memerankan sebagai seorang petinju yang kidal, sepertinya harus agak-agak sabar yaa menungu film ‘Southpaw’ ini. [ dk ]

Sumber: spin.com
Sumber gambar: brainstormlive.com

Rabu, 15 Desember 2010

Semarang, When Charly & Koil Colide



Ternyata Charly gak asal ngomong saat dia bilang ngefans banget dengan Koil. Buat loe yang gak datang ke Festival Regional Yogyakarta yang diadakan di Semarang, bayangin nih. Vokalis ST 12 - Charly bener-bener  membuktikan omongannya. Dengan vokal yang kental banget aksen Melayu, Charly berhasil mengimbangi musik rock industrial yang dimainkan Koil. Ini terbukti dari riuhnya suara penonton saat mereka perform.

Kok bisa ya? Apa nih rahasia Charly buat bisa mengimbangi musik Koil?  Ternyata, jauh sebelum membentuk ST 12, Charly dengan band lamanya sering mengkover band-band Bandung, salah satunya yah Koil.  Makanya, saat berkolaborasi dengan Koil, Charly ga merasa kesulitan sama sekali. Beuhh… ga nyangka kan loe semua kalau seorang Charly pernah ngebawain Koil?

Untuk kolaborasi ini, Koil dan Charly sepakat membawakan ‘Murka’, lagu lama milik Koil yang ada di self titled album Koil yang rilis tahun 1996. Meski berbeda jauh dengan arrasnmen aslinya, yang pasti kolaborasi ini berhasil menghadirkan sesuatu yang baru. Sesuai dengan tagline Festial Regional, New Flavour of Collaboration.

Oke, lanjut ke kolaborasi berikutnya. Kalau di kolaborasi pertama Charly yang perform dengan Koil, sekarang giliran Otong, vokalis Koil yang harus bermain dengan ST 12. Ga kebayang kan gimana jadinya, Otong dengan outfit serba hitamnya yang khas dengan musik rock bernyanyi ‘Cari Pacar Lagi’. Di lagu yang ‘metal’ alias melayu total ini Otong berhasil berbaur dengan musik ST 12. Seperti yang diutarakannya di sesi latihan, vokalis humoris ini pengen banget bawain lagu yang satu ini.

Terus apa komen Otong tenang kolaborasi yang banyak ditentang oleh KKK (sebutan buat fan Koil)? “Kita ga peduli dengan siapa Koil berkolaborasi. Asal Koil senang, kita jalanin aja. Ga peduli apa kata orang,” ujar Otong di akhir lagu ‘Cari Pacar Lagi’.

Siap mas Otong, apapun musik, band atau darimana personilnya, yang penting kalau bisa menghasilkan sesuatu yang baru, jalanin aja terus. [amn]

When Folk Meet Punk



Sesuai dengan tagline yang diusung, New Flavour of Collaboration, tahun ini Festival Regional LA Lights Indiefest 2010 banyak banget mengkolaborasikan band dari dua genre yang berbeda. Masih inget saat Kuburan, The Banery dan Bottle Smoker mengkover lagu ‘Cinta Satu Malam’ di Surabaya? atau Slank dan Titi Sjuman yang berbagi panggung yang sama di Bandung?

Oke, mungkin kalau kedua kolaborasi ini masih bikin loe semua kagum, coba simak kolaborasi yang satu ini sobs. Sekarang coba loe bayangin musik folk yang biasanya tenang, seperti yang diusung Endah N Rhesa dikolaborasikan dengan musik pop punk Endank Soekamti. Beuh… ga kebayang kan bakal jadi kaya apa?

Awalnya kolaborasi gokil ini ga ada dijadwal Festival Regional Yogyakarta sobs. Kolaborasi Endah N Rhesa  dan Endank Soekamti ada untuk menggantikan Maliq N D’Essentials yang ga jadi perform. Untuk kolaborasi dadakan ini, kedua band yang beda banget genre-nya ini membawakan tiga lagu punk yang anthemic banget.

Untuk lagu pertama, “kolaborasi maut” ini membawakan ‘A*u Tenanan’. Sebuah lagu berlirik bahasa Jawa milik Endank Soekamti yang humoris banget sobs. Mungkin kedua band ini sengaja membawakan lagu ini. Selain Final Regional yang berlokasi di Semarang, lagu ini berhasil menjadi “vitamin” buat para Kamties untuk kembali semangat. Maklum lah karena sebelumnya mereka lama disiram hujan.

Di lagu kedua, Endank Soekamti dan Endah N Rhesa memilih ‘When You Punk Someone’. Hmmm… klo dibaca dari judulnya, ketahuan banget kalau lagu ini milik Endah N Rhesa. Cuma judulnya aja yang diganti. Dari ‘When You Love Someone’ jadi  ‘When You Punk Someone’. Hasilnya? Beuhh… keren bener sobs.

Dan sebagai lagu ketiga, “duet maut” ini memilih ‘Long Live My Family’. Sebuah lagu yang kalau bisa dibilang sebagai lagu mars-nya para Kamties. Berbeda dengan dua lagu sebelumnya yang dipenuhi dengan distorsi gitar dari Dory, di lagu ini  suara gitar lebih didominasi gitar akustik Endah. Nah, di lagu ketiga ini baru deh  keliatan sound Endah N Rhesa.

Secara keseluruhan, kolaborasi ini asli keren banget sobs. Semoga aja kerja sama kedua band yang beda banget genre dan “kelakuan” ini bisa berlanjut ke proses rekaman. Amiiinn. [amn]

LARS: Telur Yang Sedang Menetas


Sobs, kalo loe kebetulan nonton Sunday Jazz Festival di Ancol 5 Desember lalu, loe akan aware dengan 2 band Indiefest yang kebagian membuka acara. Yes, mereka itu Sandra & Lars.   
Tapi setelah terakhir melihat Lars di panggung Indiefest, mengobati kangen melihat Lars di event LA Lights lagi. Apa kabar ya mereka?
Lars berangkat dari ide membentuk band saat ada festival kecil-kecilan di daerah rumah mereka. Dari situ, akhirnya pada tanggal 1 Januari 2009 Febby (vokal), Tedy (gitar, Jati (gitar), DwA (bass) dan Allan (drum) sepakat membentuk band festival yang dinamakan Lars. Kenapa band yang masih muda ini memilih Lars? Ternyata itu ada filosofinya juga lho. Jadi, mereka berharap supaya band mereka ini selalu kuat dalam menghadapi persaingan dan tantangan. Ini sesuai dengan filosofi jenis sepatu lars sendiri, yaitu sepatu yang dipakai tentara, yang terkenal kuat. Nah, berangkat dari filosofi itu juga mereka merasa bahwa walaupun kuat dan sukses nantinya, mereka tetap down to earth.
Buat loe yang mengaku sebagai LarsRider, pasti masih inget single mereka di kompilasi La Lights Indie Fest yang judulnya “Setengah Jiwa” donk sobs. Nah, denger-denger nih Lars lagi dalam proses bikin album mengikuti Gecko yang memang sudah lebih duluan. Semua yang sifatnya konsep, tema, dan apapun dari album ini masih bersifat rahasia. Tapi LA Lights IndieFest dapet sedikit bocorannya. Yaitu video klip mereka untuk single kedua sudah disiapin di bulan November kemaren meski tanggal releasenya juga belum dikabarin. Sabar menunggu yah. Untuk single kedua ini mereka memilih lagu “Cinta Sudah Mati”. Untuk yang lainnya, masih rahasia. Yang jelas mereka ga akan melakukan sesuatu yang biasa untuk LarsRider.
Bener sobs, salah satu wujudkan kreatifitas untuk nampilin yang gak biasa adalah mereka aransemen ulang lagu ‘Setengah Jiwa’ mereka. Udah denger lagu ‘Setengah Jiwa’ yang dikolaborasi dengan rapper dong. Yap, itu salah satu dari “hal yang ga biasa” dari Lars. Ternyata ide kolaborasi ini datang dari Febby sang vokalis.
Kalo ngomong-ngomong soal LA Lights IndieFest, mereka masih terkenang-kenang dengan momen itu. Untuk para finalis regional, mereka punya wejangan. Tips dari mereka adalah : semangat terus, jangan pernah ada kata menyerah, “be yours…”. Kalo bisa, selalu tampilkan yang berbeda untuk juri-juri LA Lights IndieFest dan untuk fans. Kalaupun ada yang gagal, jangan sedih. Satu kalimat dari Lars: ‘kalau kalah ataupun menang, ga boleh lebih dari 24 jam”. Jadi, harus selalu kembali ke tanah. Well, Lars, nice to hear you again. Good luck for you![rth]

Selasa, 14 Desember 2010

Festival Regional Semarang: Diantara Hujan & Freedom of Expression

13 Dec 2010


Setelah Festival Regional Yogyakarta sempat terhambat karena musibah bencana alam, akhirnya putaran terakhir L.A. Lights Indiefest 2010 sukses dilaksanakan Jum’at. 10 Desember 2010 di Semarang. meski hujan sempat bikin acara mundur, kondisi ini ga menghalangi antusias penonton untuk datang ke stadion Diponegoro sobs. Satu lagi bukti antusias penonton adalah, adanya pendukung Pop Radio yang rela datang ke Semarang untuk menonton langsung aksi band pengusung British pop ini.

 Mundur satu jam dari jadwal semula, Festival Regional Yogyakarta dibuka dengan penampilan Soul of Pain. Band yang menjagokan lagu ‘Bebas’ ini langsung membakar semangat ‘cah’ Semarang dengan musik rock-nya sobs. Selain membawakan ‘Bebas’, Soul of Pain juga dijatahkan meng-cover satu lagu milik band lain. Dan Soul of Pain meng-cover lagu ‘Rumah Kita’. Beuh, dengan arransmen ulang, lagu God Bless jadi beda banget dengan aslinya.

Usai Soul of Pain membakar adrenaline penonton dengan musik rock-nya, kini giliran Pop Radio yang mendinginkan suasana dengan musik British pop-nya. Yahh, walau ga se-rock Soul of Pain, Pop Radio juga mampu membuat penonton yang didominasi Slankers dan Kamties (sebutan fans Endank Soekanti) berdansa mengikuti ritme musik. Dan ternyata, audience Semarang ga sedingin yang dikira. Biar belum akrab dengan lagu yang dimainkan tiap finalist, mereka tetap mau berdansa. Salut buat ‘cah’ Semarang.

Mempunyai vokalis cewe kayanya menjadi keuntungan sediri  buat The Cadenzza. Bayangin aja, penonton yang di saat jeda duduk-duduk langsung berdiri dan merapat ke bibir panggung saat sang vokalis, Luise menyapa. Heheheh…. Dasar cowo, ga bisa lihat vokalis cantik, langsung semuanya merapat. Dan sama seperti Soul of Pain dan Pop Radio, The Cadenzza juga mendapat dua jatah lagu. Mereka pun membawakan lagu andalan mereka ‘Not For Saken’ dan ‘Cinta Mati III’

Penampilan keempat finalis regional Yogyakarta ditutup oleh Cashback. Band pengusung pop alternative itu tanpa menghabiskan waktu lebih lama langsung menggeber Festival Regional dengan lagu ‘This Love’ penonton yang memang sudah akrab dengan lagu itu langsung membuat koor massal. Cashback menutup aksinya dengan lagu andalan mereka ‘Seruan Sahabat’. Sekali lagi, walau belum familiar dengan lagu itu, penonton dengan bebasnya berdansa mengikuti lagu. Asli, top deh massa Semarang. Four thumbs up for you guys!

Oke, Festival Regional Yogyakarta emang ga hanya menampilkan Soul of Pain, Pop Radio, The Cadenzza dan Cashback. Masih ada aksi The Banery, Kuburan, Bottle Smoker, Endank Soekamti, Endah n Rhesa, GIGI dan kolaborasi paling baru, Koil dan Charly ST 12. Jadi buat loe yang ingin tau kaya gimana seruanya aksi bintang tamu ini, tungguin aja artikel berikutnya. [amn]